Kesetiaan seorang suami adalah cermin
kebahagiaan di dalam hidupnya. Kebahagiaan yang begitu teramat mendalam,
mengarungi bahtera rumah tangga. Kebahagiaannya begitu bermakna justru bukan
dalam kegembiraan namun disaat keluarganya sedang diuji oleh Allah, Apakah
dirinya sanggup melewati ujian itu atau tidak? Kekuatan cinta karena Allah akan
mampu melewati semua derita, menanggung beban dalam suka maupun duka, hidup
bersama istri dan anak-anaknya. Itulah kebahagiaan bagi seorang suami dengan
cintanya yang tulus untuk keluarga.
Pernah ada seorang bapak yang diuji oleh
Allah. Istri yang dicintainya sedang sakit. bersama putrinya senantiasa
menjenguk istri tercintanya yang terbaring diranjang. disekelilingnya ada alat
pengukur tekanan nafas dan tabung untuk memeriksa kesehatan. Bila sampai
dirumah sakit, suami yang setia itu datang menggantikan pakaian istrinya dan
menanyakan keadaan istrinya. Selalu saja tidak ada perubahan sama sekali. Kondisi
istrinya tetap seperti semula. Tidak ada kemajuan atau perubahan yang membaik.
Kesembuhan istrinya seolah tidak bisa diharapkan. Setelah menjenguk dan merawat
istrinya, sang bapak dengan putrinya selalu memanjatkan doa kepada Allah agar
memberikan kesembuhan. Setelah itu barulah meninggalkan rumah sakit. Beliau
hampir setiap hari selalu menjaga, merawat dan mendoakan untuk kesembuhan
istrinya.
Meluangkan waktu untuk merawat ditengah kesibukannya yang juga harus bekerja mencari nafkah. Kesediaannya merawat istri yang sedang sakit membutuhkan energi yang sangat besar. Sifat konsistensi untuk menjaga, merawat dan mendoakan istrinya yang sedang sakit sungguh sangat luar biasa. Padahal kondisi istrinya belum pulih. Bahkan ada orang yang menyarankan agar mengunjunginya seminggu sekali aja. Suami setia itu memilih tegar dan bersikukuh untuk menjaga dan merawat istrinya, 'Allah tempat memohon pertolongan.' Ditengah kegelisahan itulah beliau datang ke Tempat untuk bershodaqoh agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya.
Sampai suatu hari sesaat sebelum dirinya datang, istrinya bergerak dari tempat tidur. Dia merubah posisi tidurnya. Tak lama kemudian istrinya membuka kelopak matanya. dan mencopot alat bantu pernapasan. Ternyata istrinya sudah duduk tegap. Dokterpun datang membantu menolong, meminta perawat mencopot alat-alat bantu dan membersihkan bekas alat bantu ditubuhnya. 'Begitu saya datang, saya terperanjat, jantung saya seolah mau copot. Bagaimana tidak, ditengah saya kehabisan harapan, saya melihat istri saya kembali pulih.' Katanya bapak itu dengan tangis haru bercampur bahagia tidak bisa dibendung lagi. Beliau menangis, memanjatkan puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kesembuhan total terhadap istrinya. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.' tuturnya.
Meluangkan waktu untuk merawat ditengah kesibukannya yang juga harus bekerja mencari nafkah. Kesediaannya merawat istri yang sedang sakit membutuhkan energi yang sangat besar. Sifat konsistensi untuk menjaga, merawat dan mendoakan istrinya yang sedang sakit sungguh sangat luar biasa. Padahal kondisi istrinya belum pulih. Bahkan ada orang yang menyarankan agar mengunjunginya seminggu sekali aja. Suami setia itu memilih tegar dan bersikukuh untuk menjaga dan merawat istrinya, 'Allah tempat memohon pertolongan.' Ditengah kegelisahan itulah beliau datang ke Tempat untuk bershodaqoh agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya.
Sampai suatu hari sesaat sebelum dirinya datang, istrinya bergerak dari tempat tidur. Dia merubah posisi tidurnya. Tak lama kemudian istrinya membuka kelopak matanya. dan mencopot alat bantu pernapasan. Ternyata istrinya sudah duduk tegap. Dokterpun datang membantu menolong, meminta perawat mencopot alat-alat bantu dan membersihkan bekas alat bantu ditubuhnya. 'Begitu saya datang, saya terperanjat, jantung saya seolah mau copot. Bagaimana tidak, ditengah saya kehabisan harapan, saya melihat istri saya kembali pulih.' Katanya bapak itu dengan tangis haru bercampur bahagia tidak bisa dibendung lagi. Beliau menangis, memanjatkan puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kesembuhan total terhadap istrinya. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.' tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar